Dalam Kehidupan masyarakat sunda
jaman dulu banyak sekali larangan atau hal tabu yang tidak boleh di lakukan
oleh suku Sunda, dan hal itu berkembang dengan istilah PAMALI , walau pun saat
ini hal tersebut sudah jarang di ikuti oleh generasi saat ini, tetapi mungkin
kita masi dapat mengambil sebuah pelajaran dan pegangan hidup, karena dari hal
itu ada sebuah khazanah adi luhung dan kearifan lokal dari budaya Sunda
yang patut kita lestarikan.
Aturan dan pantrangan Pamali itu terjadi kemunkinan tak lepas dari karakteristik masyarakat Sunda itu sendiri yang berpegang teguh pada adat, Mitos / Tabu ini juga sering sekali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di daerah KELUA, khususnya di daerah kampung halaman penulis sendiri yaitu di PEMATANG-KELUA dan sekitarnya, pada Blog ini penulis akan berbagi cerita tentang Mitos / Tabu yang ditinggalkan orang tua zaman dulu yang masih ada dan tidak luntur sampai saat ini, yang di antaranya yang sebagian di ambil dari bahasa Suku Sunda, yaitu:
Aturan dan pantrangan Pamali itu terjadi kemunkinan tak lepas dari karakteristik masyarakat Sunda itu sendiri yang berpegang teguh pada adat, Mitos / Tabu ini juga sering sekali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di daerah KELUA, khususnya di daerah kampung halaman penulis sendiri yaitu di PEMATANG-KELUA dan sekitarnya, pada Blog ini penulis akan berbagi cerita tentang Mitos / Tabu yang ditinggalkan orang tua zaman dulu yang masih ada dan tidak luntur sampai saat ini, yang di antaranya yang sebagian di ambil dari bahasa Suku Sunda, yaitu:
1. ULAH
TATALU TI PEUTING _ Dilarang memukul mukul sesuatu yang mengeluarkan
bunyi kata orang tua nati suka banyak tikus,
Secara logika : Kalau memukul
mukul sesuatu dan menimbulkan bunyi akan berisik dan mengganggu orang lain,
karena malam hari waktunya orang untuk istirahat.
2. ULAH
NEUKTEUKAN KUKU TI PEUTING
Jangan memotong kuku pada malam hari
Jangan memotong kuku pada malam hari
Logika : Karena mungkin jaman
dulu tidak mengenal gunting kuku, yang di gunakan untuk memotong adalah alat
tajam, di tambah belum ada nya listrik, maka kalau memotong malam hari bisa
mencidrai diri kita.
3. ULAH
MEULI CENGEK TI PEUTING >
Membeli cengek pada malam hari.
Membeli cengek pada malam hari.
Logika : Kedua hal di atas adalah
merupakan bagian kebutuhan hidup sehari-hari jadi harus selalu tersedia.
4. ULAH
NGAHEOT TI PEUTING > Suka ada yang mengikuti..
Jangan bersiul pada malam hari
Jangan bersiul pada malam hari
Logika : Sebenarnya bersiul
selain menandakan kita sedang senang/ceria akan tetapi ada makna
kesombongan,angkuh meskipun dilakukan pada siang hari apalagi dekat orang yang
usianya di atas kita.
5. SILISIARAN
TI PEUTING > Suka dideketin mahluk alam lain
Mencari kutu rambut malam hari.
Mencari kutu rambut malam hari.
Logika : Selain makna syiar islam
atau lebih baik mengerjakan yang lebih bermanfaat juga karena malam hari
gelap,lebih baik tidur.
6. MEULI
BARANG SEUKEUT TI PEUTING
Membeli barang tajam pada malam hari,seperti pisau,silet.
Logika : Kemungkinan penyalahgunaan barang untuk hal negative.
Membeli barang tajam pada malam hari,seperti pisau,silet.
Logika : Kemungkinan penyalahgunaan barang untuk hal negative.
7. ULAH
NIUP SULING TI PEUTING > Mendatangkan Harimau gaib
Jangan meniup suling pada malam hari.
Logika : Makna syiar Islam,lebih baik membaca Al Qur’an atau tidur saja.
Jangan meniup suling pada malam hari.
Logika : Makna syiar Islam,lebih baik membaca Al Qur’an atau tidur saja.
8. ULAH
KALUAR IMAH SAREUPNA > Bisi ku sanekala
Jangan keluar rumah menjelang malam.
Logika : makna syiar Islam,karena biasanya menjelang maghrib semua pergi ke Masjid untuk belajar baca tulis Al Qur’an kemudian sholat berjamaah.
Yang ini sekarang sedang digalakan oleh pemerintah dan kita harus mendukungnya.
Jangan keluar rumah menjelang malam.
Logika : makna syiar Islam,karena biasanya menjelang maghrib semua pergi ke Masjid untuk belajar baca tulis Al Qur’an kemudian sholat berjamaah.
Yang ini sekarang sedang digalakan oleh pemerintah dan kita harus mendukungnya.
9. ULAH MAWA
BUDAK LEUTIK KALUAR IMAH TI PEUTING > Suka dideketin mahluk halus
Jangan bawa anak balita keluar rumah malam hari
Logika : Udara malam sensitive untuk anak terutama balita.
Jangan bawa anak balita keluar rumah malam hari
Logika : Udara malam sensitive untuk anak terutama balita.
10. ULAH
CICING DI LAWANG PANTO > bisi nongtot jodoh
Jangan diam di muka pintu.
Logika : Selain menghalangi orang lain keluar masuk ruangan juga kenapa tidak duduk saja di kursi atau diluar saja.
Jangan diam di muka pintu.
Logika : Selain menghalangi orang lain keluar masuk ruangan juga kenapa tidak duduk saja di kursi atau diluar saja.
11. ULAH MUKA
PAISAN > Suka melakukan hubungan suami diluar nikah (laki-laki)
Jangan membuka bungkus pepes.
Logika : Pepes ikan atau pepes apapun mayoritas suka,dan lebih baik di buka oleh wanita yang biasanya bisa membagikannya secara adil dan biasanya laki-laki satu pepesan bisa habis…he he he.
Jangan membuka bungkus pepes.
Logika : Pepes ikan atau pepes apapun mayoritas suka,dan lebih baik di buka oleh wanita yang biasanya bisa membagikannya secara adil dan biasanya laki-laki satu pepesan bisa habis…he he he.
12. ULAH
DAHAR BARI DI TANGGEUY > Menghormati Dewi padi
Jangan makan dengan piring di tangan.
Logika : Dikhawatirkan tumpah.
ULAH DAHAR BARI NGOBROL > Menghormati Dewi Padi
Jangan makan sambil ngobrol.
Logika : Dikhawatirkan tersedak.
Jangan makan dengan piring di tangan.
Logika : Dikhawatirkan tumpah.
ULAH DAHAR BARI NGOBROL > Menghormati Dewi Padi
Jangan makan sambil ngobrol.
Logika : Dikhawatirkan tersedak.
13. ULAH
NGAREMEH > Menghormati Dewi padi.
Jangan menyisakan nasi di piring sebutir-pun.
Logika : Belajar hidup sehat dan bersih,beryukur karena kita masih bisa makan.
Jangan menyisakan nasi di piring sebutir-pun.
Logika : Belajar hidup sehat dan bersih,beryukur karena kita masih bisa makan.
14. ULAH
DAHAR BARI CECEPLAK
Jangan makan dengan lidah bersuara.
Logika : Mebuat jijik teman makan disekitar kita.
Jangan makan dengan lidah bersuara.
Logika : Mebuat jijik teman makan disekitar kita.
15.
ULAH DAHAR DINA COET >
Suka mendapatkan jodoh yang lebih tua (kakek-kakek atau nenek-nenek)
Jangan makan beralaskan
cobekan.
Logika : Cobekan biasanya terbuat dari batu dikhawatirkan kerikilnya termakan.
Logika : Cobekan biasanya terbuat dari batu dikhawatirkan kerikilnya termakan.
16.
KUCING BETAMUAS>
Orang tua dulu percaya apabila
ada kucing di dalam rumah "Betamuas" (menjilati tangannya dan
mengusapkannya keseluruh wajahnya) dan itu terus dilakukan kucing berulang
kali, diyakini itu adalah pertanda bahwa nanti akan ada tamu yang datang berkunjung
kerumah tersebut, apakah mungkin binatang kucing memiliki insting yang tinggi
untuk menyambut tamu yang akan datang baik itu tamu dari jauh ataupun dari
dekat. sampai saat ini hal seperti itu masih bisa ditemukan dalam kehidupan
kita sehari-hari, apakah itu kebetulan saja atau tidak Wallahua'lam (Hanya ALLAH
SWT yang maha mengetahui)
19.
AWAS KAINA KAPUHUNAN
"Rasai dahulu...! sadikit
barang, kaina kapuhunan". (Di cicipi dulu, nanti dijalan kena musibah)
Kata itu masih terngiang di telinga penulis apabila mau bepergian keluar rumah,
"Kapuhunan" disini artinya adalah musibah yang dialami jika kita
bepergian keluar rumah namun tidak sempat mencicipi makanan atau minuman yang
kita ingini. menurut mitosnya : kalau kita ingin bepergian namun tidak sempat
mencicipinya, maka kita akan terkena musibah, agar tidak terjadi musibah, kita
harus mencicipinya walaupun hanya sedikit. Menurut hemat penulis: semua yang
terjadi dan kita alami di dunia ini, baik dan buruknya peristiwa yang dialami,
itu sudah ditulis dan kita setujui sebelum dilahirkan dari dalam perut ibu
kita. Jodoh, rejeki dan maut itu sudah diatur oleh sang pencipta yaitu ALLAH
SWT.
20.
KALAMBU PENANGKAL GANGGUAN MISTIS
Apabila kita tidur memakai
kelambu, katanya sih itu dapat menangkal segala gangguan mistis seperti santet,
teluh, pelet, dan gangguan mistis lainnya. karena dengan kelambu, itu dapat
memagari diri kita sehingga ilmu jahat tidak bisa masuk ke dalam kelambu, hal
ini masih banyak dipercaya keberadaannya. Benar atau tidaknya penulis sendiri
tidak bisa berkomentar banyak, lebih baik mawas diri dan kayanya kalau terbiasa
dengan kelambu, ga ada salahnya juga tidur memakai kelambu, yang jelas dan
pasti bagi penulis sendiri adalah kelambu dapat menangkal segala gangguan
mahluk halus alias nyamuk, jadi jelas tubuh kita gak bakalan bentol-bentol
karena gigitan nyamuk.
21.
BETAWARAN LAWAN DATU
Mitos yang beredar, Apabila lewat
ditempat yang angker, kita harus ngomong sendiri bilang permisi dengan hantu
penghuni tempat tersebut, apalagi kita membawa makanan yang mengundang hasrat
makhlus untuk mendekatinya, salah satu contohnya adalah : Telor, Ketan, Daging,
dan makanan lainnya. dan contoh ucapan yang diajarkan orang tua penulis sewaktu
kecil dulu apabila melewati tempat yang dianggap angker (Behantu) adalah
"Datu umpat lalu....... mun handak ngini rasai ha inguhnya, mun kada be
banda tu marasainya kada be banda jua" Yang dapat kita ambil dari semua
ini adalah bahwa keberadaan para mahluk halus alam ghaib itu memang ada dan
kita wajib mempercayainya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Kitab Suci
Al-Qur'an. dan ini semua adalah salah satu tanda dari kebesaran ALLAH SWT.
22.
SISIK TANGGILING
Sisik dari binatang tenggiling
ini biasanya dibuat kalung atau dijadikan gelang pada anak kecil, tujuannya
agar anak anak kecil tersebut tidak diganggu oleh mahluk halus atau yang biasa
disebut "Hantu Karungkup". Pembaca mungkin ada yang bertanya-tanya,
Mengapa sisik dari tenggiling yang dipilih, bukan sisik dari binatang lain
seperti sisik ikan besar atau sisik ular dll. cerita orang tua dulu binatang
tenggiling adalah jelmaan dari mahluk halus, kalau anak kecil memakai sisik
nya, berarti dapat mengelabui "Hantu karungkup" karena dia menganggap
anak kecil itu adalah sebangsanya sesama mahluk halus.dan dia tidak akan
mengganggu sebangsanya. begitu sih cerita mitosnya yang penulis dengar. semua
ini kembali pada diri pribadi kita masing-masing. Semoga kita semua tidak
menjadi orang yang sirik dan menyekutukan ALLAH SWT.
23.
TALI HADUK
Tali haduk biasanya digunakan
pada tali ayunan anak kecil, tujuannya sama seperti sisik tenggiling yang kita
bahas diatas yaitu agar anak kecil yang lagi tidur dalam ayunan terhindar dari
gangguan mahluk halus atau "Hantu Karungkup". Penulis juga pernah
melihat di rumah seorang penduduk, Tali haduk dipakai membentang mengelilingi
rumah tersebut, biasanya rumah yang dikelilingi tali haduk tersebut penghuninya
sedang hamil ataupun memiliki anak yang masih kecil, tujuannya juga tidak lain
dan tidak bukan untuk memagar secara gaib gangguan dari mahluk halus. Sebagai
seorang muslim kita memiliki Tuhan yang Maha Esa, Raja dari segala mahluk yang
ada, ALLAH SWT yang maha melindungi kita dari segala sesuatu yang terjadi,
mintalah kepada Nya.
24.
MANDI KEMBANG
Apabila ada seorang gadis yang
sudah lama ga kawin-kawin, apalagi sudah jadi perawan tua, maka berbagai cara
pun dilakukan agar dia cepat mendapat jodohnya, salah satunya dengan cara Mandi
kembang kepada orang pintar agar cepat mendapat jodoh. Katanya mandi kembang
bertujuan untuk menebar pesona kepada semua orang yang melihat, agar dia lebih
terlihat cantik dan tidak bosan dipandang oleh mata, apabila laki-laki yang
melihat maka lelaki tersebut akan senang dan tertarik padanya. Apabila
perempuan yang melihatnya, maka perempuan tersebut akan senang berteman
dengannya. Mandi Kembang biasanya tidak hanya dilakukan pada perempuan saja,
namun laki-laki pun terkadang bisa melakukannya. Boleh-boleh saja kita ber
syari'at untuk mencari jodoh, namun yang pasti Jodoh urusan Nya dan semua
ditangan ALLAH SWT. Yang selanjutnya penulis akan berbagi cerita dalam bahasa
banjar tentang hal-hal yang berhubungan dengan Mitos/Tabu sewaktu penulis masih
kecil dulu, serta kenangan lucu yang penulis alami sendiri sewaktu masih
menginjak Sekolah Dasar, mungkin pembaca juga pernah mengalaminya.
25.
JANGAN MANDUDUKI BANTAL
Dahulu sarik banar kuitan apabila
manduduki bantal, napa sebabnya? Ujar sidin apabila manduduki bantal kaina
burit pacang babisul, amun dipikirakan secara logika, rasa kada mungkin pang
menduduki bantal yang empuk to burit jadi babisul. ((( Keini ja..!! ))) Amun
kita pandang dari segi Norma dan Etika, dasar kada pantas pang amun bantal
diduduki, karena bantal gasan malabuh kapala, bantal pulang am gasan kita
malabuh burit. kita ambil sisi positifnya haja, mungkin Sidin jadi manyariki
karena takutan bantal rabit, ngintu pulang am duit manukar bantal hanyar.
26.
JANGAN MANUNJUK PELANGI ATAU
KUBURAN
Lagi halus dahulu apabial ada pelangi atau
kuburan jangan wani-wani manunjuk lawan tangan atau jari talunjuk, karena
pelangi tadi adalah jelmaan dari Naga nang manyarupa pelangi kisahnya, amun
sudah terlanjur tatunjuk-tunjuk jua, lakasi dikucup jari talunjuknya ngintu,
karena mun lambat keina jari ngintu bisa kutul/pagat. Bagi kakanakan dahulu
percaya haja dan manggawi haja, karena masih belum baakal lagi, kalau kita nang
sudah dewasa dan sampai mamikirakan hal itu adalah sesuatu yang sangat lucu
sekali. Karena menurut ilmu Geografis Alam, Pelangi adalah gejala optik dan
metereologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak dilangit
yang disebabkan oleh busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya
matahari oleh butir-butir air.
27.
LIMBAH BASUNAT
Mun limbah basunat kakanakan
bahari dan mungkin sampai wahini disariki bajalan kaluar rumah, Ujar sidin
apabila bajalan dan Talingkahi Tahi Ayam atawa Tahi Mantung bahasa Jepangnya,
maka ampun kakanak tadi bisa buruk, padahal bakteri nang ada di tahi mantung
tersebut kada sempat naik keatas karena hanya melingkahinya satumat haja, itu
semua dilakukan kuitan dikarenakan niat baik dari mereka supaya lakas ampih,
manakutani banarai supaya diam dirumah haja sampai bujur-bujur karing. mun
dibawa bagarak-garak ngintu pulang lambat karing banangnya limbah basunat dan
lambat ampih kena, mun sudah ampih sakit to maraha lagi handak bajalan jauh.
memang kasih sayang orang tua takan luntur sepanjang masa.
28.
LANGIT HABANG
“Naik,,,, naik,,,,, lakasasi
naik,,,,,!!! Magrib Sudah. Lakasi mandi, Tu kada malihat kah langit habang
Hantu handak Bagarit, ikam patak hantu kena” Kata nang Bakutip diatas adalah
suara kuitan nang manyuruh anaknya bulik karumah, karena sudah sanja kada ampih
jua bemainan, mungkin pembaca ada yang belum tahu napa ngintu
"Bagarit". Bagarit amun diartikan ka bahasa Indonesia artinya
Berburu, jadi Hantu Bagarit artinya Hantu Berburu kanakan yang masih diam di
tanah apabila hari sanja, amun misal kajadian jua kanakak tadi dilukupi hantu,
biasanya orang kampung mancarinya lawan begandang nyiru, itu maka hantunya akan
malapas ujar... tapi damini jarang banar kira-kira lagi hantu mamatak kakanak,
amun bahari kira-kira bisa ae saku.
29.
KELUAR MESJID
Ngarannya kakanakan katuju banar
bamainan ditanah, babukahan dan katalahannya rabah, batisnya langsung kaluar
darah, lalu dikasai obat merah, dikasaikan oleh umanya Ipah. Apabila kakanak
tadi manangis manggaraung kasakitan, maka biasanya nang kuitannya mamadahi
"Ampih dah manangis, kaina di luka mu to kaluar Mesjid". Memang
badusta to kada baik, tapi amun badusta demi kebaikan ya... boleh-boleh haja.
sekarang kita beri tepuk tangan dan nilai 100 gasan nang kuitan tadi, karena
sudah mambisai anak sidin manangis. Sebagai kakanakan pasti ae takutan batisnya
nang badarah tadi kaluar mesjid, jadi inya ampih ae lagi nangis besisigan, mun
kada didustai kaitu kada ampih ae manangis batatarusan, kita ambil baiknya haja
niat kuitan manyuruh anaknya ampih manangis
Mungkin ini
hanya sebuah budaya namun jika dilihat secara logika ada benarnya juga, dan ini
merupakan warisan dari orang tua kita yang patut di lestarikan.
Post a Comment
Post a Comment