![]() |
| Oleh: Bahyudin Nor, dkk. |
Perbedaan
antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya salah satunya adalah adanya
buku siswa dan buku guru yang sudah disediakan oleh pemerintah pusat sebagai
buku wajib sumber belajar di sekolah. Buku siswa menjabarkan usaha minimal yang
harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Dalam
proses belajar, peserta didik dipacu untuk mencari dari sumber belajar lain
yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Oleh karenanya peran guru
sangat penting dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik
dengan ketersedian kegiatan pada buku tersebut. Guru diharapkan dapat
memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan
relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam daerah masing-masing.
Dengan demikian, guru sebagai pengendali utama di dalam proses belajar mengajar
di kelas perlu mencermati terlebih dahulu terhadap buku siswa maupun buku
pegangan guru yang sudah disediakan pemerintah. Hal ini diperlukan mengingat
buku yang disediakan oleh pemerintah ditujukan untuk keperluan skala nasional. Dengan demikian, sebelum menggunakan di
kelas, tentunya guru diharapkan sudah membaca dan mencermati dengan melakukan
analisis buku terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar jika terdapat
ketidaksesuaian atau ketidaktepatan yang ada dalam buku tersebut, dapat
dilakukan langkah-langkah tindak lanjut untuk mengatasinya lebih awal.
Berikut rentetan analisis yang muat:
1. LK-1.1 ANALISIS SKL,KI,KD
2. LK-2.1 ANALISIS BUKU SISWA
2. LK-2.2 ANALISIS BUKU GURU
3. LK-3.1 PENDEKATAN SAINTIFIK
4. LK-3.2 FORMAT PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN DAN CARA PENILAINNYA
5. LK-3.3 PENGOLAHAN DAN PELAPORAN NILAI MATA PELAJARAN
6. LK 4.1 FORMAT PENGAMATAN VIDEO PEMBELAJARAN
7. LK-4.2 FORMAT TELAAH RPP
8. Metode (Powerpoint/Invitation)
Berikut rentetan analisis yang muat:
1. LK-1.1 ANALISIS SKL,KI,KD
2. LK-2.1 ANALISIS BUKU SISWA
2. LK-2.2 ANALISIS BUKU GURU
3. LK-3.1 PENDEKATAN SAINTIFIK
4. LK-3.2 FORMAT PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN DAN CARA PENILAINNYA
5. LK-3.3 PENGOLAHAN DAN PELAPORAN NILAI MATA PELAJARAN
6. LK 4.1 FORMAT PENGAMATAN VIDEO PEMBELAJARAN
7. LK-4.2 FORMAT TELAAH RPP
8. Metode (Powerpoint/Invitation)
LK- 1.1 ANALISIS SKL, KI, KD |
||||||
No |
Pertanyaan |
Jawaban |
||||
1
|
Mengapa perlu adanya pengembangan Kurikulum?
|
Pengembangan kurikulum perlu
dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan
internal maupun tantangan eksternal. Disamping itu, di dalam menghadapi
tuntutan perkembangan zaman, dirasa perlu adanya penyempurnaan pola pikir dan
penguatan tata kelola kurikulum serta pendalaman dan perluasan materi. Dan
hal pembelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya penguatan proses
pembelajaran dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian
antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.
Pengembangan kurikulum 2013
merupakan langkah lanjutan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang
telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
|
||||
2
|
Apa saja elemen
perubahan dalam Kurikulum 2013
|
Elemen perubahan dalam Kurikulum 2013
menyangkut 4 komponen standar, yaitu: standar kompetensi lulusan, standar
proses, standar isi, standar penilaian. Perubahan dalam keempat standar
selanjutnya akan berdampak pada perubahan berbagai komponen manajemen. Selain
itu Perubahan pada kompetensi Kurikulum 2013 dalam rekonstruksi kompetensi
mencakup :
Sikap,
pengetahun, dan keterampilan.
|
||||
3
|
Bagaimana strategi implementasi Kurikulum 2013 dalam
proses pembelajaran ?
|
Pada
proses pengembangan kurikulum sebelumnya peran serta guru dan masyarakat
nyaris tak terdengar, sedangkan pada rancangan kurikulum 2013 pemerintah
melakukan langkah berani dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan
(stakeholder) pendidikan, termasuk guru dan masyarakat, terlibat di dalamnya.
|
||||
4
|
Apa perbedaan kompetensi peserta didik pada Kurkulum
2006 dan Kurikulum 2013
|
Kurikulum
2006 bersifat desentralistik artinya sekolah diberi kewenangan secara penuh
untuk menyusun rencana pendidikan dengan mengacu pada standar yang telah
ditetapkan (SI dan SKL) mulai dari tujuan, visi dan misi, struktur dan muatan
kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, hingga pengembangan
silabusnya. Namun, kewenangan dan kebebasan sekolah tersebut dalam
penyelenggaraan program pendidikannya tetap harus disesuaikan dengan (1)
Kondisi lingkungan sekolah, (2) kemampuan peserta didik, (3) sumber belajar
yang tersedia, dan (4) kekhasan daerah. Selain itu pendidikan karakakter
tidak sepenuhnya ditekankan dan belum banyak menghasilkan keterampilan sesuai
kebutuhan. Dalam pelaksanaannya, orang tua dan masyarakat tidak terlalu
berperan dan terlibat secara aktif sebagai mitra sekolah dalam mengembangkan
program pendidikannya. Sedangkan pemberlakuan kurikulum 2013
pada tahun ajaran 2013/2014 sejumlah mata pelajaran akan diintegrasikan atau
dilebur, ini kemungkinan akan mengurangi jumlah guru, belum lagi guru yang didaulat
mengajar akan kesulitan karena integrasi tersebut. Memang, sangat mudah
melakukan integrasi isi pelajaran secara kontekstual. Namun, pada akhirnya,
praktik di lapangan yang akan membuktikan keberhasilannya. Artinya pendidikan
berpusat pada menitik beratkan peserta didik.
GAMBARAN SECARA KHUSUS PERBEDAAN KURIKULUM
|
||||
5
|
Bagaimana pendekatan dan model-model pembelajaran dalam
Kurikulum 2013
|
Dalam draft pengembangan kuriklum 2013
diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran
yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak melihat,
membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan dan mengkomunikasikan.
Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active
learning). Pendekatan yang dilakukan pada kurikulum 2013 adalah pendekatan
ilmiah (scientific approach) antara lain; Collaboration learning, Individual
learning, Peer learning, affective learning, game method, Cooperative
learning, Independent learning, Multimode (proyek, modifikasi, simulati,
interaktif, elaboratif, parsitipatif, magang (cooperative study),
integrative, produksi, demonstrasi, imitasi, eksperiensi, kolaboratif.
|
||||
6
|
Bagaimana penilaian pembelajaran dalam Kurikulum 2013?
|
Penilaian pembelajaran dalam Kurikulum 2013
melalui penilaian:
·
Penilaian berbasis kompetensi
·
Pergeseran dari penilain melalui tes
[mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian
otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
berdasarkan proses dan hasil], penilaian diri, penilaian berbasis portofolio,
ulangan, ulangan harian, ulatangan tengah semester, ulangan akhir semester,
ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan
ujian sekolah
·
Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan)
yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya
terhadap skor ideal (maksimal)
·
Penilaian tidak hanya pada level KD,
tetapi juga kompetensi inti dan SKL
·
Mendorong pemanfaatan portofolio yang
dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian
|
||||
Hasil Diskusi Kelompok 3:
1.
AHMAD HANAFI > SMKN 1 Banua Lawas
2.
SUJILIANTO
> SMKN 1 Tanjung
3.
ONA IRIYANI
> SMKN 1 Tanjung
4.
ANA
MUSANNINAS > SMKN 1 Amuntai
5.
BAHYUDIN
NOR > SMKN 1 Pugaan
6.
MILLYNDA
PRAHMARIKA > SMKN 2 Amuntai
7.
HARIYATUN
> SMKSPPN Pelaihari
8.
NURUL HIDAYATI > SMKN 1 Pugaan
9.
AULIA RAHMI
HIDAYATI > SMKN Daha Selatan
LK-4.2
FORMAT TELAAH RPP
1.
Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1, 2, 3 )
sesuai dengan kriteria yang tertera pada kolom tersebut. Berikan catatan atau
saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda
2.
Isilah
Identitas RPP yang ditelaah.
Nama Guru : -BAHYUDIN NOR
Mata pelajaran : Bahasa Inggris
Topik/Sub topik : Teks narrative
lisan dan tulis berbentuk cerita rakyat sederhana
No
|
Komponen
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
|
Hasil Penelaahan dan Skor
|
Catatan
|
||
1
|
2
|
3
|
|||
A
|
Identitas Mata Pelajaran
|
Tidak ada
|
Kurang Lengkap
|
Sudah
Lengkap
|
|
1.
|
Terdapat : satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata
pelajaran atau tema pelajaran/subtema, jumlah pertemuan
|
√
|
Jumlah pertemuan tidak tertera
|
||
B.
|
Perumusan
Indikator
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1.
|
Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar
|
√
|
|||
2.
|
Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang
diukur
|
√
|
Membingungkan
|
||
3.
|
Kesesuaian rumusan dengan aspek pengetahuan.
|
√
|
|||
4
|
Kesesuaian rumusan dengan aspek ketrampilan
|
√
|
|||
C.
|
Perumusan Tujuan Pembelajaran
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1
|
Kesesuaian
dengan Indikator
|
√
|
Tidak sepenuhnya memuat
isi indikator
|
||
2
|
Kesesuaian perumusan dengan aspek Audience, Behaviour, Condition, dan Degree
|
√
|
Membingungkan
|
||
D.
|
Pemilihan Materi Ajar
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1.
|
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
|
√
|
Didalam tujuan
pembelajaran tidak dijabarkan secara terperinci
|
||
2.
|
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
|
√
|
Didalam tujuan
pembelajaran tidak dijabarkan secara terperinci
|
||
3
|
Keruntutan
uraian materi ajar
|
√
|
|||
E.
|
Pemilihan Sumber Belajar
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1.
|
Kesesuaian dengan Tujuan pembelajaran
|
√
|
|||
2.
|
Kesesuaian dengan
materi pembelajaran
|
√
|
|||
3
|
Kesesuaian
dengan pendekatan saintifik
|
√
|
|||
4.
|
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
|
√
|
|||
F.
|
Pemilihan Media Belajar
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1.
|
Kesesuaian
dengan tujuan pembelajaran
|
√
|
|||
2.
|
Kesesuaian dengan materi pembelajaran
|
√
|
|||
3
|
Kesesuaian
dengan pendekatan saintifik
|
√
|
|||
4.
|
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
|
√
|
|||
G.
|
Metode Pembelajaran
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1.
|
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
|
√
|
|||
2.
|
Kesesuaian
dengan pendekatan saintifik
|
√
|
|||
3
|
Kesesuaian
dengan karakteristik peserta didik
|
√
|
|||
H.
|
Skenario
Pembelajaran
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1.
|
Menampilkan
kegiatan pendahuluan, inti, dan
penutup dengan jelas
|
√
|
|||
2.
|
Kesesuaian
kegiatan dengan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan
informasi, mengkomunikasikan)
|
√
|
|||
3
|
Kesesuaian dengan
metode pembelajaran
|
√
|
|||
4.
|
Kesesuaian
kegiatan
dengan
sistematika/keruntutan materi
|
√
|
Terjadi kerancuan dalam peletakan urutan materi
|
||
5.
|
Kesesuaian alokasi
waktu kegiatan pendahuluan, kegiatan
inti dan kegiatan penutup dengan cakupan materi
|
√
|
Setiap kegiatan ditentukan waktu yang
spesifik
|
||
I.
|
Rancangan
Penilaian Otentik
|
Tidak Sesuai
|
Sesuai Sebagian
|
Sesuai Seluruhnya
|
|
1
|
Kesesuaian bentuk,
tehnik dan instrumen dengan indikator pencapaian kompetensi
|
√
|
Sesuai
sebagian
|
||
2.
|
Kesesuaian
antara bentuk, tehnik dan instrumen
Penilaian Sikap
|
√
|
Sesuai
sebagian
|
||
3.
|
Kesesuaian
antara bentuk, tehnik dan instrumen
Penilaian Pengetahuan
|
√
|
Sesuai
sebagian
|
||
4.
|
Kesesuaian
antara bentuk, tehnik dan instrumen
Penilaian Ketrampilan
|
√
|
Sesuai
sebagian
|
||
Jumlah skor
|
|||||
Masukan terhadap RPP secara umum:
Pemberian penilaian didalam RPP bagi para guru
memerlukan adanya banyak format-format penilaian yang dilakukan secara terpisah
dari masing-masing penilaian, selain itu guru juga ditugaskan untuk lebih
mencermati aktivitas-aktivitas yang dilakukan setiap anak didiknya. Selain itu Seharusnya dalam kegiatan dengan
pendekatan saintifik ada lima bagian yaitu
mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan informasi,
mengkomunikasikan. Di RPP tersebut hanya ada
mengamati dan menanya. Seharusnya mengumpulkan informasi,
mengasosiasikan informasi, mengkomunikasikanjuga harus
ada. Dalam mengumpulkan informasi, siswa berlatih menemukan gagasan utama,
informasi rinci, serta informasi tertentu. Dalam kegiatan mengasosiasi siswa
memperoleh balikan ( feedback ) dari guru dan teman tentang hasil analisis yang
disampaikan dalam kerja kelompok. Kemudian dalam kegiatan mengkomunikasikan
siswa menceritakan kembali cerita rakyat sederhana yang yang dibaca dengan
memperhatikan fungsi social, struktur dan unsur kebahasaannya.

Post a Comment
Post a Comment