Halloween party ideas 2015


Oleh: Bahyudin Nor, dkk.
Perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya salah satunya adalah adanya buku siswa dan buku guru yang sudah disediakan oleh pemerintah pusat sebagai buku wajib sumber belajar di sekolah. Buku siswa menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Dalam proses belajar, peserta didik dipacu untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Oleh karenanya peran guru sangat penting dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku tersebut. Guru diharapkan dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam daerah masing-masing. Dengan demikian, guru sebagai pengendali utama di dalam proses belajar mengajar di kelas perlu mencermati terlebih dahulu terhadap buku siswa maupun buku pegangan guru yang sudah disediakan pemerintah. Hal ini diperlukan mengingat buku yang disediakan oleh pemerintah ditujukan untuk keperluan skala nasional. Dengan demikian, sebelum menggunakan di kelas, tentunya guru diharapkan sudah membaca dan mencermati dengan melakukan analisis buku terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar jika terdapat ketidaksesuaian atau ketidaktepatan yang ada dalam buku tersebut, dapat dilakukan langkah-langkah tindak lanjut untuk mengatasinya lebih awal.
Berikut rentetan analisis yang muat:
1.  LK-1.1 ANALISIS SKL,KI,KD
2. LK-2.1 ANALISIS BUKU SISWA
2. LK-2.2 ANALISIS BUKU GURU
3. LK-3.1 PENDEKATAN SAINTIFIK
4. LK-3.2 FORMAT   PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN  DAN CARA PENILAINNYA
5. LK-3.3 PENGOLAHAN DAN PELAPORAN NILAI MATA PELAJARAN
6. LK 4.1 FORMAT PENGAMATAN VIDEO PEMBELAJARAN
7. LK-4.2 FORMAT TELAAH RPP
 8. Metode (Powerpoint/Invitation)


LK- 1.1 ANALISIS SKL, KI, KD

No

Pertanyaan

Jawaban

1
Mengapa perlu adanya pengembangan Kurikulum?
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. Disamping itu, di dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman, dirasa perlu adanya penyempurnaan pola pikir dan penguatan tata kelola kurikulum serta pendalaman dan perluasan materi. Dan hal pembelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya penguatan proses pembelajaran dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.
Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
2
Apa saja elemen  perubahan dalam Kurikulum 2013
Elemen perubahan dalam Kurikulum 2013 menyangkut 4 komponen standar, yaitu: standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi, standar penilaian. Perubahan dalam keempat standar selanjutnya akan berdampak pada perubahan berbagai komponen manajemen. Selain itu Perubahan pada kompetensi Kurikulum 2013 dalam rekonstruksi kompetensi mencakup :
Sikap, pengetahun, dan keterampilan.
3
Bagaimana strategi implementasi Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran ?
Pada proses pengembangan kurikulum sebelumnya peran serta guru dan masyarakat nyaris tak terdengar, sedangkan pada rancangan kurikulum 2013 pemerintah melakukan langkah berani dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan, termasuk guru dan masyarakat, terlibat di dalamnya.
4
Apa perbedaan kompetensi peserta didik pada Kurkulum 2006 dan Kurikulum 2013
Kurikulum 2006 bersifat desentralistik artinya sekolah diberi kewenangan secara penuh untuk menyusun rencana pendidikan dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan (SI dan SKL) mulai dari tujuan, visi dan misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, hingga pengembangan silabusnya. Namun, kewenangan dan kebebasan sekolah tersebut dalam penyelenggaraan program pendidikannya tetap harus disesuaikan dengan (1) Kondisi lingkungan sekolah, (2) kemampuan peserta didik, (3) sumber belajar yang tersedia, dan (4) kekhasan daerah. Selain itu pendidikan karakakter tidak sepenuhnya ditekankan dan belum banyak menghasilkan keterampilan sesuai kebutuhan. Dalam pelaksanaannya, orang tua dan masyarakat tidak terlalu berperan dan terlibat secara aktif sebagai mitra sekolah dalam mengembangkan program pendidikannya. Sedangkan pemberlakuan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 sejumlah mata pelajaran akan diintegrasikan atau dilebur, ini kemungkinan akan mengurangi jumlah guru, belum lagi guru yang didaulat mengajar akan kesulitan karena integrasi tersebut. Memang, sangat mudah melakukan integrasi isi pelajaran secara kontekstual. Namun, pada akhirnya, praktik di lapangan yang akan membuktikan keberhasilannya. Artinya pendidikan berpusat pada menitik beratkan peserta didik.
GAMBARAN SECARA KHUSUS  PERBEDAAN KURIKULUM
Kurikulum 2006
Kurikulum 2013
1.    Materi disusun untuk memberikan pengetahuan kepada siswa
2.    Pendekatan pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihapal
3.    Penilaian pada pengetahuan melalui ulangan dan ujian
1. Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan
2. Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan,  pertanyaan, pengumpulan data, penalaran, dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar
3. Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan portofolio

5
Bagaimana pendekatan dan model-model pembelajaran  dalam  Kurikulum 2013
Dalam draft pengembangan kuriklum 2013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning). Pendekatan yang dilakukan pada kurikulum 2013 adalah pendekatan ilmiah (scientific approach) antara lain; Collaboration learning, Individual learning, Peer learning, affective learning, game method, Cooperative learning, Independent learning, Multimode (proyek, modifikasi, simulati, interaktif, elaboratif, parsitipatif, magang (cooperative study), integrative, produksi, demonstrasi, imitasi, eksperiensi, kolaboratif.
6
Bagaimana penilaian pembelajaran dalam Kurikulum 2013?
Penilaian pembelajaran dalam Kurikulum 2013 melalui penilaian:
·         Penilaian berbasis kompetensi
·         Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil], penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulatangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah
·         Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
·         Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
·         Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian

Hasil Diskusi Kelompok 3:
1.     AHMAD  HANAFI > SMKN 1 Banua Lawas
2.     SUJILIANTO > SMKN 1 Tanjung
3.     ONA IRIYANI > SMKN 1 Tanjung
4.     ANA MUSANNINAS > SMKN 1 Amuntai
5.     BAHYUDIN NOR > SMKN 1 Pugaan
6.     MILLYNDA PRAHMARIKA > SMKN 2 Amuntai
7.     HARIYATUN > SMKSPPN Pelaihari
8.     NURUL  HIDAYATI > SMKN 1 Pugaan
9.     AULIA RAHMI HIDAYATI > SMKN Daha Selatan



LK-4.2
FORMAT TELAAH RPP
1.       Berilah   tanda cek ( V) pada kolom skor (1, 2, 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada kolom tersebut. Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda
2.       Isilah Identitas RPP yang ditelaah.
Nama Guru                         : -BAHYUDIN NOR
Mata pelajaran                 : Bahasa Inggris
Topik/Sub topik                : Teks narrative lisan dan tulis berbentuk cerita rakyat sederhana

No

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Hasil Penelaahan dan Skor

            Catatan
     1
       2
        3
A
Identitas Mata Pelajaran
Tidak ada 
Kurang Lengkap 
Sudah
 Lengkap

1.
Terdapat :  satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata pela­jaran atau tema pelajaran/subtema, jumlah pertemuan


Jumlah pertemuan tidak tertera
B.
Perumusan  Indikator
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1.
 Kesesuaian dengan Kompetensi Dasar



2.
Kesesuaian penggunaan kata kerja opera­sional dengan kompetensi yang diukur 


Membingungkan
3.
Kesesuaian rumusan dengan aspek pengetahuan.



4
Kesesuaian rumusan dengan aspek ketrampilan



C.
Perumusan Tujuan Pembelajaran
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1
Kesesuaian dengan Indikator


Tidak sepenuhnya memuat isi indikator
2
Kesesuaian  perumusan dengan aspek Audience, Behaviour, Condition, dan Degree


Membingungkan
D.
Pemilihan Materi Ajar
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran


Didalam tujuan pembelajaran tidak dijabarkan secara terperinci
2.
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik


Didalam tujuan pembelajaran tidak dijabarkan secara terperinci
3
Keruntutan uraian materi ajar


       

E.
Pemilihan Sumber Belajar
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1.
Kesesuaian dengan Tujuan pembelajaran



2.
Kesesuaian  dengan  materi pembelajaran

       

3
Kesesuaian dengan pendekatan saintifik

       

4.
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik

    



F.
Pemilihan Media Belajar
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran



2.
Kesesuaian  dengan materi pembelajaran

       

3
Kesesuaian dengan pendekatan saintifik



4.
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
    



G.
Metode Pembelajaran
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1.
Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran



2.
Kesesuaian dengan pendekatan saintifik

      

3
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
   



H.
Skenario  Pembelajaran
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1.
Menampilkan kegiatan   pendahuluan, inti, dan penutup dengan jelas



2.
Kesesuaian kegiatan  dengan  pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan informasi, mengkomunikasikan)



3
Kesesuaian dengan metode pembelajaran

       

4.
Kesesuaian kegiatan dengan   sistematika/keruntutan materi

       

Terjadi kerancuan dalam peletakan urutan materi
5.
Kesesuaian alokasi waktu  kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan cakupan materi

       

Setiap kegiatan ditentukan waktu yang spesifik
I.
Rancangan Penilaian Otentik
Tidak Sesuai
Sesuai Sebagian
Sesuai Seluruhnya

1
Kesesuaian bentuk, tehnik dan instrumen dengan indikator pencapaian kompetensi


Sesuai sebagian
2.
Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan instrumen  Penilaian Sikap


Sesuai sebagian
3.
Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan instrumen  Penilaian Pengetahuan

        

Sesuai sebagian
4.
Kesesuaian antara bentuk, tehnik dan instrumen  Penilaian Ketrampilan

        

Sesuai sebagian
Jumlah skor



Masukan terhadap RPP secara umum:
Pemberian penilaian didalam RPP bagi para guru memerlukan adanya banyak format-format penilaian yang dilakukan secara terpisah dari masing-masing penilaian, selain itu guru juga ditugaskan untuk lebih mencermati aktivitas-aktivitas yang dilakukan setiap anak didiknya.  Selain itu Seharusnya dalam kegiatan  dengan  pendekatan saintifik ada lima bagian yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan informasi, mengkomunikasikan. Di RPP tersebut hanya ada mengamati dan menanya. Seharusnya mengumpulkan informasi, mengasosiasikan informasi, mengkomunikasikanjuga harus ada. Dalam mengumpulkan informasi, siswa berlatih menemukan gagasan utama, informasi rinci, serta informasi tertentu. Dalam kegiatan mengasosiasi siswa memperoleh balikan ( feedback ) dari guru dan teman tentang hasil analisis yang disampaikan dalam kerja kelompok. Kemudian dalam kegiatan mengkomunikasikan siswa menceritakan kembali cerita rakyat sederhana yang yang dibaca dengan memperhatikan fungsi social, struktur dan unsur kebahasaannya.


Post a Comment

Powered by Blogger.